Cerpen : Jadi Korban Marahan Adik

Din… panggil kakakku yg baru saja lulus kuliah, dia kesal banget sama kehidupannya. Mencari –  cari kerja disana – sini, belum juga ada hasil. Belum lagi adiknya yang menjengkelkan itu terus memanggil dia dengan suara yang keras. “Aku sudah muak dengan adikku, setiap kali dia memanggil dikamar ayah, dia selalu berteriak – teriak memanggil pembantunya minta makan atau ketakutan sendiri, nanti pasti aku yang disuruh menemani dia huuh kata hatiku sambil bergusar. Suatu hari ketika aku sedang bekerja dan sedang menulis di buku diariku. Akupun berkhayal sambil memikirkan sesuatu; seandainya aku bisa dapatkan apa yang aku inginkan, mungkin itu semua akan terasa indah. Dia terus membayang – bayangi kesenangan belakanya, lalu secara tiba-tiba adiknya berteriak minta makan; akupun tersentak lalu pikiranku berkata yah ampuunnnn aku bakalan jadi korban marahan lagi  nih sama si B (sensor), yang katanya aku ini tidak bisa menjaga adikku dengan baik, aku selalu keluar – keluar ketika menjaga adik, dan aku tidak pernah mau diam (seperti cacing kepanasan). Jujur saja aku mulai iri dengan si B karena kerjanya itu cuma enak – enakan aja, leha – leha aja di lantai bawah. Akhirnya si B naik ke atas menjemput adikku dan dia memandangi aku dikamar yang lain sambil memarahi aku dengan nada yang ketus/keras “KAMU SIH, KENAPA NGGAK JAGAIN ADIKNYA!” “MALES BANGET SIH KAMU, KAMU KAN CUMAN DISURUH NUNGGU DOANG BISA TIDUR2AN MAINNAN KENAPA GAK MAU?“. Saat aku mendengar kata – kata ini rasanya hatiku sakit sekali seperti teriris-iris pisau satu demi satu, lalu aku berkata kepada si B “IYA MBAK, AKU KAN LAGI SIBUK TOLONG DONG KAMU NEMENIN ADIKKU“. Akhirnya dia (si B) ini merasa kesal dan memasang wajah yang gusar kepadaku, lalu dia masuk dan membanting pintu kamar ayahku tempat adikku berada. Hati nuraniku berkata pada diriku “sebenarnya  adikku itu  ingin makan bukan mau ditemanin, lalu hati nuraniku berkata lagi, jika seandainya saya nanti tidak ada di dunia ini lagi, siapa yang akan menjadi korban kedua atau ketiga dari adikku yang bandel ini ckckck”. Eventually, aku masuk ke kamar ayahku, dan aku mencoba untuk menjelaskan kesalahpahaman diantara pembantuku dan aku, walaupun ini sebenarnya gara – gara adikku yang suka teriak – teriak dan marah – marah nggak jelas di rumah. Terkadang adikku suka berantem dengan kakaknya, kalau kakaknya berontak atau menantang dia. Capee deh..

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s